Superior Nadal

BARCELONA - Rafael Nadal kembali memperlihatkan keperkasaannya bermain di lapangan tanah liat. Nadal baru saja meraih gelar juara Barcelona Open, setelah menumbangkan David Ferrer 6-2 6-4 di final. Ini merupakan kemenangan kedua Nadal dari Ferrer. Sebelumnya, petenis nomor satu dunia itu berhasil menjadi juara di Monte Carlo Masters satu pekan lalu, setelah mengalahkan musuh yang sama.

Hasrat Luthi Berlaga di MotoGP

ESTORIL - Pembalap mana yang tidak mengimpikan berlomba di ajang MotoGP. Salah satunya adalah pembalap muda Thomas Luthi. Sebagaimana dilansir dari situs resmi Swiss, Luthi kemungkinan besar bisa berlaga di pentas MotoGP 2012 mendatang. Sang manajer Daniel Epp, sedang menyiapkan sebuah tim untuk pembalap kelahiran Swiss itu.

COptimisme Para Petinju di Presiden Cup

Turnamen tinju Presiden Cup kembali bergulir juli nanti setelah sempat absen 7 tahun. Tidak ada target main-main yang dicanangkan para atlet, Juara satu menjadi incaran utama.

Ferrari Siapkan Hadiah Buat Massa

MARANELLO - Felipe Massa tengah merayakan ulang tahun. Tim principal Stefano Domenicali mengatakan hadiah terbaik dari Ferrari adalah memecahkan masalah yang tengah dihadapi Massa, Ya, tanggal 25 April kemarin merupakan hari ulang tahun ke 30 buat Massa.

Spurs Makin Tertinggal

MEMPHIS - San Antonio Spurs kembali gagal meraih kemenangan di game keempat putaran pertama playoff NBA. Mereka digilas oleh Memphis Grizzlies untuk kali ketiga secara berurut-turut, Selasa (26/4/2011). Spurs kalah dari tuan rumah dengan skor akhir 104-86.

Tampilkan postingan dengan label tinju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tinju. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Optimisme Para Petinju di Presiden Cup

okezone.com:
JAKARTA - Turnamen tinju Presiden Cup kembali bergulir juli nanti setelah sempat absen 7 tahun. Tidak ada target main-main yang dicanangkan para atlet, Juara satu menjadi incaran utama.

Para atlet putra dan putri dari PB Pertina sangat optimis dengan peluan mereka untuk juara. Persiapan matang ditambah berlaku sebagai tuan rumah dirasa memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka.

“Untuk Presiden Cup petinju putri beru kali ini diturunkan. Dari pengalaman lawan terberat adalah Thailand dan Filipina, namun lewat latihan dan persiapan kami yakin bisa meraih yang terbaik,” tutur petinju putri Rumiris Simarmata, Rabu (27/4/2011).

Metode pelatihan bagi para atlet tinju Indonesia mempunyai warna baru dengan kehadiran Junusul Hairy. Mantan deputi Menpora ini menjadi ketua Pelatnas Tinju dan memberikan banyak ilmu baru bagi para atletnya.

“Lewat metode yang diberikan pak Junusul kami mengerti bahwa kekuatan tidak hanya berasal dari tangan, tapi juga dari tungkai dan rusuk. Saya optimis ini berakhir baik,” ujar petinju putra Alex Tatontos.

Menurut Junusul, Presiden Cup akan menjadi ajang untuk mempersiapkan para atletnya di ajang SEA GAMES XXVI November nanti. Semoga saja semua target bisa diperoleh sesuai rencana.

(hmr)

Alasan Chris John Tak Bisa Menang KO

VIVAnews - Chris John berhasil menang angka mutlak saat mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu versi WBA melawan Fernando Saucedo. Kemenangan pada pertandingan yang dimainkan hari Minggu, 5 Desember 2010 ini adalah sukses ke 13 Sang Naga dalam mempertahankan gelar.

Walau menang, penampilan petinju berusia 31 tahun itu di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta, tidak impresif. Pukulan-pukulannya banyak yang menghantam angin. Padahal Saucedo memilih untuk bertahan di sebagian besar waktu pertarungan.

"Lawan saya bagus. Saya beberapa kali mendaratkan pukulan telak tapi dia sangat bugar. Saya puas dengan kemenangan angka," kata Chris John usai pertandingan.

Pukulan-pukulan Chris memang ada yang mendarat telak. Namun tidak cukup untuk memaksa jatuh Saucedo yang bahkan sering mengeluarkan isyarat agar Chris memukulnya lebih kuat lagi. Target menang sebelum 10 ronde pun tak tercapai.

"Saya awalnya sempat terpancing dan emosi dengan provokasi Saucedo. Tapi pelatih mengingatkan saya untuk tenang."

Chris bisa mempertahankan gelar untuk ke-13 kalinya dengan kemenangan angka mutlak. Tiga juri yang bertugas masing-masing memberikan angka 119-109, 119-109 dan 120-108 semuanya kepada petinju tuan rumah.
• VIVAnews

Chris John Ingin Hadapi Gamboa di Indonesia

VIVAnews - Fernando Saucedo adalah lawan terakhir Chris John sebelum pertarungan wajib (mandatory). Tahun depan Chris yang memegang gelar juara dunia kelas bulu versi WBA akan bertemu dengan Yuriorkis Gamboa.

Gamboa kini memegang dua gelar dari dua versi yang berbeda yakni WBC dan IBF. Pertarungan unifikasi dengan Chris John akan menentukan juara sejati di kelas bulu.

"Rencana pertarungan ini sudah dibicarakan. Saya inginnya main di Indonesia," kata Chris John usai pertarungan melawan Saucedo, Minggu, 5 Desember 2010.

Mandatory fight ini tentu saja membuat kemungkinan pertarungan dengan sesama petinju Indonesia, Daud Jordan, jauh dari kenyataan. Hal ini sudah disadari oleh Daud.

"Saya sebagai petinju harus siap lawan siapa saja. Tapi semua tergantung promotor," kata Daud.
• VIVAnews

Daud: Lawan Chris John Adalah Kesempatan Emas

VIVAnews - Melawan petinju setangguh Chris John  sungguh sebuah impian bagi Daud Cino Yordan. Dan mimpi tampaknya segera terwujud. Daud dijadwalkan bertarung melawan Chris John pada 17 April 2011.

"Melawan Chris John adalah cita-cita saya. Dan ini adalah kesempatan emas bagi kami dan kebanggan buat saya. Ini adalah cita-cita saya sejak dulu," kata Daud Cino dalam keterangan persnya di Jakarta.

Rencananya, pertarungan Kelas Bulu versi WBA dengan berat 57,1 kg itu akan berlangsung di Hall D, Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, 17 April 2011.

"Saya tidak mau mengemukakan target saya lawan Chris John. Hanya saya sendiri yang tahu. Tapi saya tetap optimistis bisa mengalahkannya," ujar Daud Cino.

Pada Desember tahun lalu, Daud Cino memang punya catatan manis saat bertemu dengan petinju asal Argentina, Damian David. Petinju asal Ketapang itu mampu meng-KO Damian dalam waktu 19 detik. Kemenangan itu membuat Daud sukses merebut sabuk juara WBO Asia Pasifik.

Sementara itu, Chris John mengatakan ia akan tetap bermain serius saat menghadapi Daud. Ia menegaskan, Daud adalah petinju muda Indonesia yang punya bakat luar biasa.

"Saya ini petinju profesional dan tidak ada salahnya untuk memberikan kesempatan bagi petinju muda Indonesia," ungkap Chris.

Chris mengakui, Daud sejak dulu memang berambisi untuk bertarung dengan dirinya. "Mungkin dia ingin membuktikan siapa yang terbaik," tutur Chris.
• VIVAnews

Chris John Tak Siapkan Strategi Khusus

VIVAnews - Super Champions Kelas Bulu WBA, Chris John, mengaku tidak mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi Daud 'Chino' Yordan dalam mempertahankan gelar Kelas Bulu WBA, 17 April 2011 mendatang.

Setelah melakukan persiapan di Sasana Herry`s Gym di Perth, Australia, di bawah asuhan pelatih Craig Christian, sejak pertengahan Februari 2011, Chris John kini sedang mematangkan persiapan di Sasana Mirah Boxing Camp (BMC), Banyuwangi, Jawa Timur, sejak 20 Maret 2011.

Chris John ketika dihubungi VIVAnews, Senin 4 April 2011, menegaskan persiapannya berjalan dengan lancar. Petinju kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah, yang memiliki rekor 46 tarung, 44 menang, 22 KO dan 2 seri ini mengaku optimistis dengan peluang mempertahankan gelarnya.

"Sejauh ini persiapan berjalan dengan bagus. Baik 1,5 bulan persiapan di Perth dan sekarang di Banyuwangi. Tidak ada kendala yang berarti. Setiap pertandingan harus optimistis, selama persiapannya baik," kilah Chris John.

Petinju 31 tahun tersebut menegaskan meski Daud Yordan memiliki potensi yang bagus, namun Chris John tidak mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi juara WBO Asia Pasifik itu.

"Kami mempersiapkan semuanya seperti pertarungan-pertarungan sebelumnya. Tidak ada yang spesial. Tapi, kita tahu Daud adalah petinju muda yang punya bakat bagus. Akurasi pukulannya bagus," kilah Chris John.

Chris John rencananya akan terbang ke Jakarta pada 9 April 2011 untuk melanjutkan persiapan. Namun, belum dipastikan di mana Chris John akan melakukan persiapan.

Pertarungan Kelas Bulu versi WBA dengan berat 57,1 kg antara Chris John melawan Daud Yordan sendiri rencananya akan berlangsung di Hall D, Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, 17 April 2011.

Ini adalah pertarungan kali ke-14 bagi Chris John dalam rangka mempertahankan gelarnya sejak merebutnya dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon, di Bali, Oktober 2003, melalui pertarungan ad-interim.
• VIVAnews

Dua Juara Dunia Tinju INA Jumpa Presiden

VIVAnews- Dua juara dunia tinju Indonesia, Chris John dan Muhammad Rachman, bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya diterima Presiden di halaman tengah kompleks Istana Kepresidenan.

"Nervous sekali saya," kata Chris John, ketika ditanya bagaimana rasanya berbicara di hadapan Presiden, Rabu 27 April 2011

Chris John sudah 14 kali mempertahankan gelar Super Champion kelas bulu WBA. "Pengalaman yang membuat saya memenangkan pertandingan-pertandingan itu," kata dia. Dia mengaku belum memiliki rencana usai mengalahkan petinju asal Indonesia Daud Yordan, pada pertandingan kelas bulu pekan lalu.

Petinju kelahiran Banjarnegara ini mengaku belum memiliki rencana apa-apa usai pertandingan kemarin. "Pelatih saya baru merencanakan jadwal latihan ke depan," ucapnya

Sementara Muhammad Rachman mengeluhkan uneg-unegnya kepada Presiden."Kemarin waktu pertandingan di Thailand, saya kurang dukungan," ujarnya.

Rahman bercerita, dari Blitar dirinya berangkat ke Thailand bersama seorang kawan dan dua orang dari Jakarta. Total hanya empat orang yang mewakili Indonesia berangkat ke Thailand. "Tapi Alhamdulillah dengan semangat cinta merah putih saya bisa mengibarkan bendera Merah Putih di negara lain," ujar Rahman

Seperti yang diketahui, Rahman memenangkan pertandingan kelas terbang mini versi WBA, di Thailand. Gelar bergengsi itu disandangnya setelah mengalahkan sang juara bertahan asal Thailand, Kwantai Sithmorseng, Selasa, 19 April 2011. Dalam duel ini, Rachman mampu memukul KO Sithmorseng di ronde ke-9.

Kedua petinju juara dunia itu meminta agar pemerintah dan promotor  memperhatikan petinju Indonesia lain."Banyak petinju berprestasi tapi minim dukungan," kata Rahman (eh)
• VIVAnews

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More